KESIMPULAN
Jadi, hubungan antara harga saham dengan struktur modal perusahaan dari tahun 2004-2008 adalah jika perusahaan membiayai atau mendanai asset nya dengan hutang yang membuat kenaikkan keuntungan dari penggunaan hutang tidak sebanding dengan kenaikkan biaya financial distress dan agency problem, maka akhirnya harga saham perusahaan akan turun seperti yang terjadi pada tahun 2005-2006 dan 2007-2008. Kemudian dapat disimpulkan juga bahwa grafik hubungan antara debt to equity ratio dengan closing price adalah berbanding terbalik di mana jika debt to equity ratio meningkat sampai melampaui batas tertentu, maka closing price nya akan menurun, sedangkan jika debt to equity ratio nya menurun atau naik tetapi masih pada titik tertentu, maka closing price nya akan meningkat atau tetap.
Lalu modal kerja perusahaan ini dapat disimpulkan bahwa perusahaan ini lebih dominan memenuhi modal kerjanya dengan menggunakan current liability, sehingga sering kali perusahaan ini mempunyai risiko yang tinggi. Akan tetapi, pada tahun 2007 dan 2008 perusahaan ini sudah mulai mengurangi current liability nya, sehingga risiko yang dimiliki pun menjadi lebih rendah.
Kamis, 19 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar